Tulisan: H Mhd Arif Billah Lc M.H.I

Mahasiswa Modern Hilang Semangat Mengenal Allah


Ditulis oleh Hizra Marisa, pada : 02 April 2016 15:02:44 WIB

sholat berjamaah

Tuntutan dalam pendidikan ternyata tidak sepenuhnya menghasilkan generasi baik. Disaat para mahasiswa dituntut harus selesai dalam waktu 3-4 tahun, juga dituntut harus memiliki IPK yang tinggi, justru membuat aktivitas mahasiswa diluar sangat kurang sekali, keseharian hanya sibuk dengan buku dan kampus dan kembali lagi ke buku, atau bahkan buku sudah diganti dengan Google.

Kesibukan ini terkadang membuat mahasiswa meninggalkan kewajiban masa mudanya yaitu mengenal siapa Tuhannya. Memang tidak melupakan secarah utuh, namun sedikit saja kita melupakan Tuhan, maka sangat berdampak dalam kehidupan. Ini bisa menjadi dalil mengapa banyak para sarjanawan yang menganggur, atau bingung mau berkerja dimana dan melakukan apa? Mungkin saja karena pada masa ia menjadi mahasiswa ia lupa kepada Allah SWT. Rasulullah saw bersabda. Dari Anas RA:

“Siapa yang bertambah ilmu namun tidak bertambah dekat (dengan Allah), maka sungguh ia tidak mendapatkan apa-apa disisi Allah kecuali hanya semakin tersesat

Bukankah kesenangan itu datang dari Allah, bisa saja mahasiswa / para sarjana menjadi kaya dan hidup mewah, tapi apakah itu jaminan untuk hidup senang dan tenang? Jawabannya tentu tidak, karena ketenangan itu datang dari Allah maka hanya kepada orang yang mengenal Allah yang akan Ia berikan ketenagan itu, ketenangan itu milik orang yang selalu mengingat Allah, (Q.S. ar-ra’du ayat 28) bagaimana kita akan ingat jika kita tidak mengenal Allah SWT.

Kehidupan kampus yang masif dengan kegiatan para mahasiswanya, aktifitas yang tak pernah berhenti diwaktu-waktu perkuliahan seolah-olah menggambarkan dan menjadi simbol majunya suatu universitas / perguruan tinggi, tak peduli masjid kosong atau tidak, tak peduli pengajian ada yang dengar atau tidak, karena itu tidak menjadi standar penilaian umum.

Ketika promosi dilakukan, jarang sekali tim marketing menemukan pertanyaan dari pada sisiwa kelas XII "Masjidnya selalu penuh atau tidak?". Selalu yang ditanyakan adalah apa saja kegitannya? Apa saja fasilitasnya? Dan lain sebagainya. Ternyata Allah bukan saja tidak dikenal oleh para mahasiswa, namun juga sudah tidak dikenal oleh para calon mahasiswa.

Padahal baik tidaknya suatu daerah dalam hal ini kampus, dapat diukur dengan penuh tidaknya masjid yang ada di lingkungan kampus. Sudah berbanding luruskah jumlah mahasiswa yang ada di ruang kelas dengan mahasiswa yang ada di masjid? Berbanding luruskan jumlah mahasiswa yang ada dengan mahasiswa yang hadir di setiap pengajian-pengajian yang diadakan? Jika jawabnya belum, ada sesuatu yang tidak benar yang terjadi ditengah-tengah kita.

Tentu tidak ada yang perlu disalahkan, yang perlu adalah kita tingkatkan pengawasan terhadap mahasiswa agar ia mengenal siapa Tuhannya, dan bahkan sangat dipandang perlu mentoring masuk kedalam kurikulum atau sebatas pemberian poin yang menjadi syarat untuk mengikuti ujian. Tujuannya tidak lain hanya agar mahasiswa mengenal siapa Tuhannya.

 

=========================================================

Tentang Penulis: H Mhd Arif Billah Lc M.H.I, kini aktif sebagai Ketua LPDI (lembaga Dakwah & Pengkajian Islam) Universitas Abdurrab. Ustad Arif Billah juga tercatat sebagai dosen pengampu mata kuliah Al Islam di hampir semua Fakultas yang ada di UNIVRAB. Selain mengaktifkan kegiatan keislaman di kampus, ia juga aktif bersyiar agama di Pekanbaru.

==========================================================

 

Berita Lainnya
02 April 2016 15:02:44 WIB

Mahasiswa Modern Hilang Semangat Mengenal Allah

Tuntutan dalam pendidikan ternyata tidak sepenuhnya menghasilkan generasi baik. Disaat

26 Januari 2016 10:09:28 WIB

e-ASEAN: Peran Perguruan Tinggi dalam Integrasi Teknologi

Sebuah tagline ldquo;Dunia dalam genggamanrdquo; bukan lagi sebuah wacana, terutama

15 Maret 2016 20:01:28 WIB

Jadi Monggo, Silahkan Bajak Lagu Ini !

Judul opini ini adalah penggalan lirik dari video klip yang